Sabtu, 19 Oktober 2019

Padang Melaka: Transportasi ke Melaka

My second time for vacation in this year😁. Antara happy sama sad. Happy karena liburan lagi, sad karena duit lebih terkuras banyak tahun ini. Hehe... Tapi jangan sedih, dana vacation sudah di siapkan jauh-jauh hari. Cara nya? baca di sini (post sebelumnya). Ke Malaysia lagi ga apa-apa ya, but destination nya pasti berbeda dengan sebelumnya. Bukan hanya destination aja, hotel, makanan nya juga. Fokus perjalanan kali ini adalah ke Melaka. Penerbangan PDG-KLIA2 jam 11.35 WIB. Alhamdullilah tidak delay, tapi perjalanan on board kali ini agak scary dikarenakan asap. Dan Alhamdulillah sampai dengan selamat, sekitar 13.50 Waktu Malysia. Ngantri imigrasi yang super panjang, like always. Perjalanan menuju ke Melaka dari KLIA2 menggunakan bus, per 15 menit bus nya ready. Harga bus KLIA2 ke Melaka Sentral 24,10 RM. Perjalanan ke Melaka memakan waktu sekitar 2 jam, setelah sampai di Melaka Sentral langsung menunggu di bus dalam kota, karena hotel tempat Yonie menginap berada di kawasan Bangunan Merah jadi naik Bus No. 17 (beli tiket nya sama pak cik supir, harga bus Melaka Sentral ke Bangunan Merah 2 RM)
Di Kaunter Bas (4 atau 2) , kalo tujuan ke KL Sentral di Kaunter Bas 3
Pilihan Melaka Sentral yakni Melaka, bukan Melaka MNC
Harga tiket bus KLIA2-Melaka Sentral RM 24,10
Sekitar jam 5 sore sampai, langsung menuju Bus No 17 untuk sampai ke Hotel
Sambil nunggu bus nya hampir satu jam ditemani ini (Steak n Cheese 11,80 RM)
Bus No 17, Melaka Sentral-Bangunan Merah 2 RM

Turun di Bangunan Merah tepat samping Christ Church Melaka, sampai di hotel sekitar jam 6.30 malam. Kali ini menginap di Qish Hotel, dari Christ Church jalan menuju St Xavier Church belok ke kanan lalu jalan sampai ketemu simpang 3 sampailah di Qish Hotel. Just info, rate di Qish Hotel cukup murah hanya Rp 145.000/malam ditambah pajak hotel 12 RM dibayar saat check in. Sayanganya, jalan menuju hotel sepi jadi kalo pulang rada malam agak scary juga😐. Sudah ready untuk menjelajahi Melaka di malam hari, sekitar jam 7 malam

Hat: unbrand
Dress: keeyosk (IG: @keeyosk)
Sling Bag: Aira
Syal: keeyosk (IG: @keeyosk)

Walaupun sudah jam 7 malam, tapi langit di Melaka seperti jam 6 di Padang. Perjalanan malam hari hanya sekitaran Christ Church dan Jongker Street. Dan ternyata rada susah mencari nasi di Jongker Street, mostly jual cemilan.

Pemberhetian pertama buat oleh-oleh San Shu Gong (belanja oleh-oleh 29,7 RM)
Lanjut mencari makan malam di Jongker Street

Oleh-oleh yang beli di San Shu Gong apa aja, detail harga sama rasanya, cek di sini. Kebanyakan di Jongker Street menjual makanan ringan, karena teman Yonie harus makan nasi. Ingat nasi bukan mie bukan roti bukan kentang. Just info, kalo teman-teman nyari Tshirt yang bertuliskan Melaka bisa dicari di toko sekitaran Christ Church Melaka harga mulai 15 RM sampai 20 RM (sudah ditawar ya, harga awal 18 RM sampai 25 RM). Sekitar jam 10.30 malam back again to hotel.

Video in Melaka

Rekap pengeluaran (hanya transportasi dan penginapan, kalo makan dan oleh-oleh tergantung pilihan):
Pesawat PP Padang-KL (pulang ditambah bagasi 20 kg) Rp 1.290.000
Penginapan 1 hari di Qish Hotel 145.000 (satu kamar untuk 2 orang, jadi untuk penginapan dan pajak hotel bayarnya bisa share)
Pajak hotel dibayar saat check in 12 RM
Bus KLIA2-Melaka Sentral 24.10 RM
Bus Melaka Sentral-Banguanan Merah 2 RM

2 komentar:

  1. murah juga ya biaya perjalanan ke Melaka.. next year mau ke KL, masih ragu nih mau ke melaka atau nggak :D

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ada waktu, disempat-sempatin. Mumpung di KL. Tp di KL, yang di explore banyak juga, tiga hari ga abis juga. Hehe..

      Hapus